Morning Glory: Pertemuan Takdir yang Menakjubkan

LaVyrle Spencer - Morning Glory

Ya Tuhan!

Buku yang manis dan penuh cinta. Buku setebal hampir 600 halaman ini cukup membuatku tersedot ke kisah Elly dan Will yang cukup menghebohkan.

Kisah seorang Eleanor Dinsmore yang awal namanya adalah Eleanor See dan akrab dipanggil Elly menyatakan di sebuah iklan koran bahwa dia membutuhkan suarang suami! Bayangkan itu, dia mencari seorang suami. Mungkin itulah yang menjadikan julukan gila padanya bertambah, karena sebelumnya dia pernah dianggap gila karena tingkah keluarganya. Kemudian pertemuan pertama mereka—Elly dan Will maksudku—dengan Will yang seorang mantan narapidana, tidak memiliki tempat untuk pulang, tidak ada yang peduli dan percaya padanya. Tapi, saat mereka saling membutuhkan, tidak ada keraguan yang hadir. Semua lenyap dan tergantikan dengan perasaan percaya, hangat, dan cinta.

Sempat terpikir saat membaca buku ini, seberapa luas rumah yang dimiliki oleh Elly. Mengingat wanita itu punya kebun jeruk, apel, lemon, sebuah pohon asam besar, kandang sapi, keledai dan ayam. Juga tumpukan rongsokan mobil tua dan tungku yang diceritakan di awal sempat membuat menyita ruang di halaman rumah Elly. Mungkin bayanganku adalah rumah Elly seperti rumah dengan peternakan yang luas itu.

Tidak hanya itu, cerita tentang masa Perang Dunia II juga mampir menghiasi kisah mereka berdua. Di mana seorang William Lee Parker, mendapat panggilan kenegaraan untuk menjadi tentara relawan. Yang kemudia berhasil mendapatkan pangkat kopral dan juga anugerah purple heart. Sebuah anugerah yang pertama kali ada semenjak PD II dan samapai saat ini masih terus diberikan kepada tentara yang memiliki usaha heroik dalam penyelamatan.

Juga Lula Peak yang membuatku mendaftar segala nama hewan yang ada di hutan maupun kebun binatang. Bagaimana bisa seorang wanita tidak bisa menjaga birahinya sendiri dan malah mengumbarnya ke orang lain. Dasar gila.

Dan saat bab yang mengisahkan Will harus membantu persalinan Elly, aku sungguh tercengang dibuatnya. Elly dengan santainya tidak masalah dia melahirkan sendiri tanpa bantuan peralatan dan orang-orang medis. Ya Tuhan, itu tindakan yang berani. Aku sampai merinding dibuatnya.

Dan aku sangat terharu saat Will berusaha untuk membelikan Elly cincin di hari pernikahan mereka, dan ketika Will mungkin sudah mampu membeli cincin emas, Elly berkeras tetap memaki cincin imatisinya dan berkata, “Aku ingin memakai cincin yang disematkan olehmu di hari pernikahan kita.” Oh, aku mencintai wanita ini, kata Will dalam hati. Betapa tidak, mereka saling mengagumi satu sama lain dan saling menghormati dan mencintai satu sama lain.

Oh, Will… apapun, siapapun… nama William seperti magnet tersendiri. Semenjak karenamu, Willian Hakim 🙂

(ik)
Iklan

Ditandai:, , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

storyofdeika77

Me and Paper

Tokyobling's Blog

Tokyo in Photos

Mencari Jejak

You left something, I collect it

K2Ost

MP3 Download for Kpop Song & KDrama Ost. 320 kbps, Korea MV / Live Performance

Taste Life Twice

some books just swallow you up, heart and soul...

Khatulistiwa Literary Award

Mendukung Perkembangan Sastra di Indonesia

billashalsa81

disiplin adalah sikapku , belajar adalah hidupku

%d blogger menyukai ini: