Arsip Bulanan: Mei 2017

Manuskrip yang Ditemukan di Accra: Ada Banyak Kisah dan Pelajaran 

Ilustrasi milik pribadi

Sudah lama aku ingin baca karya Paulo Coelho dan untuk karyanya yang pertama kali kubaca adalah ini: Manuskrip yang Ditemukan di Accra. Awalnya aku mengira ini akan menjadi kisah novel fiksi. Namun, pemahaman itu berangsur hilang saat seorang teman berkata bahwa ini layaknya kita membaca sebuah buku sejarah penemuan. Dan ya, di lembar-lembar awal aku melihat ini merupakan buku yang berisi tentang spiritual, bagaimana manusia hidup di dunia dengan segala permasalahan, dilematika, dan aspek-aspek yang mendampinginya.

Dikatakan dalam buku, perdamaian adalah kunci kehidupan abadi. Banyak orang bertanya-tanya seberapa penting kita harus memahami hidup ini. Dan jawaban-jawaban itu hanya mampu ditemukan bagi orang-orang yang percaya.

Sejauh aku membaca buku ini, background yang ditampilkan memang bertolak belakang dengan apa yang aku yakini saat ini. Namun, aku mengesampingkan hal tersebut. Toh, kita tahu membaca seperti ini tidak akan serta merta merusak iman kita. Apalagi, aku menemukan banyak kata-kata yang penuh makna dan memberikan beberapa pandangan bahwa sejatinya kita semua dalam masalah yang serupa.

Banyak kutipan yang kusalin dalam buku catatan. Meski yang kusalin kebanyakan bicara soal Cinta. Hahaha… 

“Dalam siklus alam tak ada kemenangan maupun kekalahan: yang ada hanyalah pergerakkan.”

“Orang-orang yang belum pernah kalah adalah orang-orang yang tidak pernah gagal.”

“Cinta berarti menaruh keyakinan pada orang lain, bukan menyerahkan diri.”

“Cinta tak butuh dimengerti, cinta hanya butuh ditunjukkan.”

“Anugerah terbesar Tuhan pada kita adalah kemampuan untuk mengambil keputusan.”

“Cinta hanya sebuah kata, sampai kita biarkan cinta itu menguasai kita dengan segenap dayanya.”

“Sebab kita sadari bahwa orang yang meninggalkan kita tidak membawa pergi matahari bersamanya, tidak juga menyisakan kegelapan di tempaybyang mereka tinggalkan. Mereka sekadar pergi dan dalam setiap perpisahan selalu tersembunyi sepercik harapan.”

Iklan

Cincin Separuh Hati: Jodoh Memang Tidak Akan Lari Kemana-mana

Ilustrasi oleh Google

Galak, judes, pemikir, egois, keras kepala, dan emosian. Itu sifat buruk Nilam. Takdirnya untuk berjodoh dengan—Aryo—mantan tunangan kakak iparnya dan suami teman SMAnya yang akhirnya berubah menjadi mantan suami merupakan gonjang-ganjing yang harus ia terima karena sikapnya yang terlalu berlebihan menganggap status sendirinya adalah petaka. Salah siapa yang terlalu berlebihan saat harus datang ke acara reuni? Memang pertanyaan ‘kapan kawin?’ ‘mana suami/istri?’ adalah contoh pertanyaan basa-basi yang muncul untuk pertama di awal usia 20 tahun dan akan terus berlanjut mengikuti usiamu sampai akhirnya kamu menikah atau setidaknya punya pasangan yang siap untuk diajak menikah.

Sewajarnya pertanyaan itu adalah biasa dan tidak mengandung muatan menghina. Menurut penuturan orang tuaku, pertanyaan itu wajar keluar ke permukaan saat masing-masing dari kita jarang bertemu dan ingin mengetahui status terakhir dari masing-masing. ‘sudah punya pacar?’ ‘sudah menikah?’ atau ‘sekarang sibuk apa?’ ‘kerja di mana?’ adalah tersebut pertanyaan dari seseorang yang memang bertujuan ingin mengupdate informasi salah satu temannya yang sudah lama tidak ia temui di memorinya. Sejenis pertanyaan ‘apa kabar?’ gitu aja sebenarnya.
Tapi, karena ‘baper’ adalah virus yang menjangkiti lapisan muda-mudi saat ini, pertanyaan yang awalnya betujuan memang ingin sekadar basa-basi atau ingin tahu berubah menjadi bahan bullying. Kadang mereka sudah tau, tetapi sengaja meneror dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Seperti ada kepuasan saat melihat obyek bullying mulai terpojok dan marah karena terpancing pertanyaan tersebut.
Karena takut menjadi bahan bully itulah Nilam nekat memakai cincin bekas tunangan milik Kanti, sepupu iparnya, yang berbuntut panjang. Dengan janjinya yang tidak akan menikah seumur hidup membuatnya dilema, karena perlahan-lahan hatinya tertambat pada sosok Aryo, sang pemilik cincin separuh hati lainnya. Mereka berdua lucu, gemes juga. Cukup terhibur dengan kisah mereka.

Meski di awal cerita Nilam menolak habis-habisan tentang harus menikah, tapi perlahan ia sadar bahwa ia hanya kesepian. Ia ketakutan bahwa saat diriny menyerahkan diri pada sebuah cinta, ia akan lemah dan tak lagi mampu berdiri di kakiny sendiri.

Sejauh ini teori tentang ‘jodoh tidak akan lari kemana’ memang ada yang benar ada yang tidak. Kenapa demikian? Sejauh apapun Nilam menolak perasaan baru yang muncul akan Aryo, lelaki itulah nantinya yang akan berani meminangnya. Mengajaknya mengarungi bahtera baru bernama pernikahanan. Dan mengajarinya bahwa mencintai dan dicintai adalah hak semua makhluk di dunia. Tapi, saat pikiran sinis muncul, emang jodoh gak akan lari kemana-mana, tetapi musti perlu dicari. Tuhan nggak serta merta mendatangkan jodoh buat kita tanpa kita usaha terlebih dahulu.

Perjalanan kisah mereka sedikit banyak memberian pelajaran, motivasi, dan harapan. Dimana jodoh, rejeki, dan maut selalu selarasa dengan doa, usaha, dan percaya yang kita miliki.

Dan sekali lagi, novel ini rekomen banget. Bagi yang suka sama karyanya mbak Netty, ini layak buat dibaca. Bahasa ringan, merakyat, dan apa adanya. 😉

Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

storyofdeika77

Me and Paper

Tokyobling's Blog

Tokyo in Photos

Mencari Jejak

You left something, I collect it

Jia Effendie

author, editor, translator, and literary agent

K2Ost

MP3 Download for Kpop Song & KDrama Ost. 320 kbps, Korea MV / Live Performance

Taste Life Twice

some books just swallow you up, heart and soul...

Khatulistiwa Literary Award

Mendukung Perkembangan Sastra di Indonesia

billashalsa81

disiplin adalah sikapku , belajar adalah hidupku