Arsip Tag: Ika Natassa

Critical Eleven: Tiga Menit Mengenalmu dan Delapan Menit Mencintaimu

133359_ikanattasa2

Ilustrasi oleh Google

I’m very happy!

Critical Eleven benar-benar membuatku meneguk ludah berulang-ulang. Dia mampu membuatku terpaku terus membacanya. Kisah yang TV diangkat Mbak Ika Natassa sangat menguras emosi.
Selama membaca Critical Eleven aku bertanya-tanya apakah sesakit itu ucapan Ale ketika didengar oleh Anya? Padahal tidak dengan nada menuduh, marah, bahkan menyindir. Itu semacam kata-kata yang lolos begitu saja selayaknya, Aku lapar. atau Aku ingin pipis.
Tapi, dampaknya begitu besar. Kemudian aku iseng bertanya pada ibuku sendiri. Jujur kukatakan aku dulu lahir sangat kecil dengan berat 28 kilo. Kakak dari ibuku menyalahkan ibuku karena aku terlahir sangat kecil, apalagi dengan kulit tubuhku yang agak mengkerut. Tapi, ibuku menanggapinya dengan santai. Lalu pertanyaanku adalah Jika waktu itu bapak juga ikut menyalahkan Ibu perihal kelahiranku, apa reaksi Ibu?
Ibuku terdiam sejenak lantas berkata, Jelas itu juga salah bapakmu. Selama Ibu mengandungmu dia jarang ada di rumah. Apa yang Ibu inginkan seperti makanan atpembaca pun yang Ibu perlukan selalu luput dari dia. Hamil dirimu itu adalah pengalaman yang luar biasa lahir batin. Kamu sendiri juga sudah tahu bagaimana hubungan Ibu dengan nenekmu.
Deg. Ah, jadi benar. Perasaan Anya sama persis dengan perasaan ibuku jika saat itu ibu disalahkan oleh bapak terkait kelahiranku. Seorang wanita yang hampir sempurna menerima kodratnya harus dibatalkan dengan cara mengambil bayinya dengan begitu cepat. Bahkan dia masih belum menyusui bayinya itu. Dia rapuh, dia butuh sandaran, dia ingin dikuatkan. Tapi, sejurus kemudian sandarannya menusuknya dari belakang. Dengan ucapan-ucapan pelan tapi, menyakitkan. Jelas, semua wanita pasti akan sakit hati dan berjatuhan karena terkubang rasa bersalah dan penyesalan.
Penggambaran rasa sakit Anya begitu manusiawi. Kesabaran dan keikhlasan yang ditampilkan begitu natural. Aku menyukai karakter Aldebaran Risjad. Seorang lelaki yang masih teguh agamanya meski lama tinggal di negara atau di lingkungan yang minim seagama dengannya.
Aku juga suka penulis yang cerdas. Memang sih semua penulis dituntut untuk lebih cerdas dari pembacanya. Karena apa yang dia tulis itu akan mencerminkan apa yang selama ini dia peroleh. Seperti Mbak Ika yang selalu menonjolkan sisi filosofisnya, menurutku pribadi, entah itu dari dialog film, kutipan dari buku, percakapan entah siapa. Ataupun pengalaman dari pekerjaannya sendiri. Itu semua keren bagiku. Satu hal lagi, judulnya yang adorable itu begitu penuh makna dalam pengambaran kisah setebal 339 halaman itu. Tiga menit saat akan take off dan delapan menit saat landing.
Dan sebuah kejutan datang kira-kira pertengahan 2016 kalau tidak salah bahwa Critical Eleven ini akan naik ke layar lebar. Filmnya akan rilis tahun 2017. Wah senang sekali!! Sungguh menegangkan dan juga aku sebagai pembaca berharap hasilnya akan memuaskan. Novel ini begitu kuat, aku yakin Mbak Ika dan tim produksi film Critical Eleven akan menggarapnya dengan sangat baik. Dari penulisan naskah filmnya, cast pemainnya, lokasi, properti, sinematografi, dan masih banyak lagi.
Aku yakin banyak yang akan memberikan ekspektasi tinggi pada fim ini, tidak dapat dipungkiri begitu besar fans dari Critical Eleven ini. Tapi, selayaknya mereka telah berusaha dengan sebaiknya dan kami para pembaca akan setia dengan hasil apapun, pasti pada akhirnya akan menemukan rasa puas dari ekspektasi itu.
Karena mimpi kami para pembaca bisa terwujud, yakni menyaksikan karakter Ale dan Anya secara nyata keluar dari imajinasi kami ke dalam sebuah layar lebar. Bisa bayangkan itu, pasti di sepanjang jalan saat film itu diputar nantinya, kami akan sering memegang mulut untuk menahan diri agar tidak berteriak kegirangan.
Aku berharap semoga film Critical Eleven sukses dalam penayangannya nanti. Semoga karakter Ale dan Anya memuaskan imajinasi kami. Dan semoga ada sisipan adegan Ale dan Anya udah punya anak hihihi. Aku berharap Ale dan Anya hidup bahagia.
Dan masih tetep, aku melampirkan beberapa kutipan yang aku suka:
Karena beginilah dari dulu gue mencintai Anya. Tanpa rencana, tanpa jeda, tanpa terbata-bata. Hal 142
Nya, orang yang membuat kita paling terluka biasanya adalah orang yang memegang kunci kesembuhan kita. Hal 252

Love love, sukses ya Mbak Ika dan tim produksi film Critical Eleven. 

img_20170110_212210_840

my own

Iklan
Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

storyofdeika77

Me and Paper

Tokyobling's Blog

Tokyo in Photos

Mencari Jejak

You left something, I collect it

Jia Effendie

author, editor, translator, and literary agent

K2Ost

MP3 Download for Kpop Song & KDrama Ost. 320 kbps, Korea MV / Live Performance

Taste Life Twice

some books just swallow you up, heart and soul...

Khatulistiwa Literary Award

Mendukung Perkembangan Sastra di Indonesia

billashalsa81

disiplin adalah sikapku , belajar adalah hidupku