Arsip Tag: Morra Quarto

What If: Tuhan Memang Satu, Kita yang Berbeda

P_20150922_143945[1]

Isu cinta beda agama itu bukan hal baru. Ada beberapa kisah yang berputar di sekitarku. Tentang seorang teman perempuanku yang seorang muslim dan pacarnya yang Katolik. Atau yang baru-baru ini, keduanya temanku, perempuan itu seorang Protestan dan laki-laki itu muslim sepertiku. Perbedaan-perbedaan yang ada di setiap selubung kehidupan manusia itu memang tidak sebatas kaya-miskin, cantik-jelek, pintar-bodoh, rajin-malas, dan banyak hal bersifat adjective lainnya.

Kita mahkluk sosial, sama-sama ciptaan sang Khalik. Punya insting untuk saling mengenal satu sama lain, saling berbagi apapun yang sepantasnya bisa dibagi. Punya rasa ketertarikan, bahkan rasa benci dan permusuhan. Kita semua manusia hidup berdampingan. Sesadar apapun kita dengan banyak sekali perbedaan yang membentang di dalam hidup manusia. Jauh sebelum manusia sebanyak sekarang. Bahkan saat akhirnya Tuhan memutuskan menciptakan Adam.

Dalam novel ini, ‘What If’, aku kembali disadarkan bahwa segalanya pasti ada sebab dan ada solusi. Tapi, terkadang sebab dan solusi akan menciptakan sebuah dilematis tersendiri yang mengakibatkan orang yang bersangkutan di antaranya merasakan perasaan yang mungkin hanya mereka atau beberapa yang punya posisi yang sama seperti mereka.

Selama menyelesaikan kisah Kamila-Jupiter, aku tidak menyalahkan mereka, baik Kamila maupun Jupiter. Banyak pertanyaan yang berseliweran di dalam sumsum kelabuku. Bahkan aku sempat melontarkan pertanyaan kepada ibuku.

“Kenapa hidup manusia itu rumit? Maksudku hubungan antar manusia itu rumit?” ada jeda sejenak, “ketika sepasang anak manusia saling jatuh cinta, saling mengasihi. Apa yang salah dari mereka. Kenapa perbedaan yang mereka miliki harus selalu mengunggulkan logika daripada apa yang mereka saat ini rasakan?

Kenapa stigma masyarakat begitu kuat melempar mereka ke sudut dan bolak-balik membenturkan mereka agar sadar bahwa mereka berbeda? Lantas kalau memang Tuhan menuliskan jalan mereka demikian, siapa yang patuh dipersalahkan? Mereka tidak sedang merancang bom bunuh diri. Mereka hanya sedang jatuh dalam kubangan bernama cinta.”

Kemudian ibuku mendebat, “Itulah ujian Tuhan yang bersifat inmaterial. Tidak melibatkan apa-apa. Hanya hati, perasaan, dan juga imanmu. Seberapa kuat iman yang saat ini kamu teguhkan dalam hati. Seberapa yakinkah kamu dengan kitab sucimu, yang bicara tentang ayat-ayat dan perihal apa yang dilarang dan apa yang diperintahkan. Tuhan tidak serta merta mencipta manusia dalam perbedaan. Itulah kenapa logika harus selalu bermain dalam setiap keputusan yang dibuat manusia. Sekalipun hati nurani dan perasaan beriringan menyertai.”

Yah, pembicaraan ini pasti sangat panjang. Dan selama dekade-dekade di masa depan pasti akan masih ada kisah Kamila-Jupiter yang lain. Mbak Morra kembali sukses membuatku berpikir hanya dengan membaca novel setebal 279 halaman saja. Percintaan yang tidak melulu soal cinta segitiga. Tidak dengan drama dan tidak dengan kata-kata indah penuh rekayasa.

Penuturan yang gamblang dan yakin bahwa di luar sana memang demikian. Semakin dibuat rindu dengan ulasan Teori-Teori Sosial. Buku Das Kapitalis, milik Karl Max kalau tidak salah sempat mencuri perhatian di awal aku mengunjungi Kafe Pustaka, bulan-bulan yang lalu. Karena kavernya lebih tepatnya. Lalu seorang yang aku ikuti di Wattpad memasangnya sebagai gambar sampul berandanya. Kemudian Kamila dan Helena membahasnya. Aku tertarik ingin membacanya. Mereka semua mata kuliah semester satu atau dua. Dulu sekali, sekarang aku semester delapan. Skripsi. Aku hampir lupa soal itu.

Satu rahasia kubuka, bulan-bulan lalu aku hampir merasa nyaman dengan seseorang yang berseberangan denganku. Tapi, kuberitahu bahwa itu adalah nyala lilin yang sebentar kemudian terhembus angin dan mati. Aku sadar dan kembali menatapnya dengan tatapan seperti sebelumnya. Hanya teman, tidak lebih. Dan semua hilang begitu saja tak bersisa. Ini hanya sekadar sementara. Aku bersyukur soal itu.

(ik)
Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

storyofdeika77

Me and Paper

Tokyobling's Blog

Tokyo in Photos

Mencari Jejak

You left something, I collect it

K2Ost

MP3 Download for Kpop Song & KDrama Ost. 320 kbps, Korea MV / Live Performance

Taste Life Twice

some books just swallow you up, heart and soul...

Khatulistiwa Literary Award

Mendukung Perkembangan Sastra di Indonesia

billashalsa81

disiplin adalah sikapku , belajar adalah hidupku