Arsip Tag: Sabtu Bersama Bapak

Sabtu Bersama Bapak: Sekotak Kenangan, Hiburan, dan Wejangan di Setiap Hari Sabtu

sabtubersamabapak

Ilustrasi by Google

Desember yang mendingin karena hujan turun hampir setiap hari. Di tengah hiruk pikuk jadwal penelitian yang semakin mendekati akhir dan skripsi yang perlu segera dituntaskan. Saya membuka lagi file review sebuah novel yang baru-baru ini akan naik ke layar lebar. Yap, novel karangan Aditya Mulya, ‘Sabtu Bersama Bapak’. Saya menuntaskan cerita keluarga ini saat KKN sekitar kurang lebih tujuh bulan yang lalu.

Cerita ini berkisah tentang seorang bapak yang hanya memiliki waktu setahun untuk dapat menghela napas bersama istri dan kedua anak laki-lakinya. Tapi, yang menjadi menarik adalah ketika waktunya hanya singkat, ia pergunakan untuk membuat sebuah rekaman video yang berisi pesan-pesan untuk bekal anak-anaknya kelak. Pesan-pesan itu dapat dilihat oleh kedua anaknya setelah bapak mereka tiada. Setiap hari Sabtu mereka akan berhenti melSayakan aktivitas hanya untuk menyimak pesan-pesan bapak mereka yang diputar oleh ibu mereka. Saat mereka beranjak remaja, ada pesan tersendiri. Saat mereka beranjak dewasa, bahkan ketika mereka menikah, ada pesan-pesan bapak yang menuntun mereka.

Hingga mereka dewasa, hingga anak-anak mereka lahir. Pesan-pesan dari bapak mereka masih menjadi tontonan favorit mereka berdua. Satya, sang kakak dan Cakra atau Saka sang adik. Mereka tumbuh menjadi pribadi yang tak terlihat seperti kehilangan kasih sayang dari seorang bapak. Meski bapak mereka sudah meninggal jauh saat mereka masih kecil.

Dalam novel Sabtu Bersama Bapak ini kita akan ditunjukkan kehidupan Satya saat sudah menikah dan memiliki dua orang anak. Dan Saka yang masih berusaha dalam mencari calon istri. Mereka masih memiliki seorang ibu yang setia mendampingi. Terharu sekaligus kocak membaca novel ini secara langsung. Banyak kata-kata bijak yang dapat dipetik. Merasa sangat mendapat masukan yang bermanfaat. Mungkin karena saya masih berstatus anak dan belum menjadi orang tua, jadi pesan-pesan yang disampaikan cukup mengena. Juga bisa dijadikan bekal nantinya.

Penggambaran yang dibuat Kang Adhit benar-benar ringan, tetapi mempu menyatukan segala lapis rasa yang ada. Senang mendengar Saka akhirnya laku dan Satya yang mampu menjadi ayah sejati pada akhirnya, meski di awal ia perlu belajar banyak. Buruan segera baca novelnya sebelum filmnya tayang di bioskop.

(ik)
Iklan
Luckty Si Pustakawin

We live the life of an unfinished novel, still waiting to be written. –Absolute Stephanie-

storyofdeika77

Me and Paper

Tokyobling's Blog

Tokyo in Photos

Mencari Jejak

You left something, I collect it

Jia Effendie

author, editor, translator, and literary agent

K2Ost

MP3 Download for Kpop Song & KDrama Ost. 320 kbps, Korea MV / Live Performance

Taste Life Twice

some books just swallow you up, heart and soul...

Khatulistiwa Literary Award

Mendukung Perkembangan Sastra di Indonesia

billashalsa81

disiplin adalah sikapku , belajar adalah hidupku